I. Yudaisme atau Agama Yahudi adalah kepercayaan bagi bangsa yahudi. Agama ini diwariskan dari para anbiyak dahulu seperti Nabi Ibrahim As, Ishak, hinga kepada keturunan nabi Ya’qub yang terkenal dengan Israel yaitu Yahuda.
Dari keturunan Yahuda, lahirlah Nabi Daud ( Raja pertama kerajaan Israel), Sulaiman as (Orang yang mendirikan Haikal Solomon), Kemudian dilanjuti oleh nabi Musa As yang menerima risalah untuk Bani Israel. Silsilah ini berakhir sampai nabi Isa bin Maryam karena ibunya berasal dari Bani Israel. Kercayaan yang mereka anut pada awalnya tidak menyimpang karena asalnya berasal dari Allah, namun zaman berganti zaman, ajaran mereka terjadi perubahan oleh pendeta-pendeta dusta serta diikuti oleh masyarakat awam yang tidak paham tentang agamanya.
1.
Adapun teras kepercayaan penganut agama Yahudi ialah :
- Meng-esakan Yahwe (Tuhan Yahudi)
- Manusia pilihan Allah (Anak-anak Allah dan kekasihnya)
- Pengwarisan tanah suci Palestina kepada Nabi Ibrahim dan keturunnnya dari Bani Israel
- Percaya pada “Al-Masih yang dijanjikan akan menuntun kaum Yahudi memasuki ‘Tanah yang dijanjikan’
Ajaran umum Agama Yahudi sebagaimana diutarakan oleh Musa Alma’mun yang merupakan salah satu ulama yahudi berkata : “ Orang Yahudi meyakini Allah itu Esa dan tiada yang menyerupainya. Seluruh ibadah hanya dilakukan semata-mata untuknya.Allah tidak bertubuh apalagi mempunyai anggota tubuh. Dia yang pertama dan terakhir dan mengetahui semua tentang ihwal manusia. Memberi balasan bagi yang melaksanakan kebaikan dan menghukum bagi yang melanggar perintahnya. Disana ada kehidupan setelah kematian. Orang yang yahudi meyakini syariat Nabi Musa belum dihapus sebagaimana meyakini adanya juru penyelamat. Sampai saat ini, mereka masih meyakini Ushul 13 Agama Yahudi yang merupakan sumber pokok untuk memahami agama yahudi ”. Akan tetapi, pembelajaran tentang aqidah, kelompok-kelompok dan kitab suci yahudi secara mendalam seperti yang Allah sebutkan dalam Alquran, telah mengalami perubahan. Baik itu yang berkenaan dengan tauhid maupun pandangan mereka terhadap Allah sendiri.
Orang Yahudi mendakwakan aqidahnya, sebagai aqidah yang ideal dan pilihan. Risalahya bertujuan untuk menebarkan keselamatan bagi semua manusia. Aqidah ini hanya berlaku bagi bangsanya sendiri (Bani Israel). Orang yahudi adalah orang yang dilahirkan dari ibu yahudi tanpa melihat agamanya.
2. Kita-Kitab suci Bangsa Yahudi :
- Perjanjian Lama (Tenakh) yang terdiri dari 39 safar (Bagian Kitab) :
o Bagian pertama: Taurat (5 bab dari pertama )
o Bagian kedua : Nabeeim ( Bab tentang Nabi-Nabi )
o Bagian ketiga : Ketubim 12 bab (Bab tentang Hukum-hukum , pepatah, dan sejarah kaum yahudi secara khusus setelah keruntuhan haikal Sulaiman)
- Talmud (Ajaran-ajaran, tafsir, dan kumpulan undang-undang negara dan masyarakat yahudi yang turun temurun) terdiri dari :
o Mishna (Pujian-Pujian)
o Gemara (penjelasan atau Tafsir)
Berbagai penyimpangan dan perubahan telah terjadi pada kitab suci mereka yang mana Allah tidak menjanjikan untuk keselamatan kitab mereka. Berbeda dengan halnya Al Quran yang telah Allah janjikan keselamatannya hingga Hari Kiamat. Kaum Yahudi yang telah hidup di berbagai Negara dan peradaban, telah banyak terpengaruh dengan adat istiadat dan budaya setempat
3. Mazhab dan Firqah-firqah dalam Agama Yahudi semenjak 200 SM-1000
- Karaitas
Mereka muncul di Irak selama pada abad 8 M, mereka percaya hanya dalam Taurat sebagai kitab suci, dan menolak semua skrip yang lain, termasuk Talmud
- Pharisees
Mirip sebuah komunitas yang zuhud dan suci jiwa. Menganggap bapak-bapak terdahulunya hanya sebagai roh. Beriman terhadap taurat dan Talmud. Hidup dalam naungan ajaran taurat yang belum diubah. Pandai ber-ijtihad dan ber-istinbath. Percaya akan adanya hari kebangkitan dan kiamat. Menuduh Nabi Isa adalah seorang munafiq dan memakan harta haram menurut injil-injil umat Kristen.
- Saducces
kelompok ini mewakili orang-orang kaya dan elit. Muncul pada masa pemerintahan Iran (6 SM – 4 SM).Diantara mereka adalah pembesar pendeta yang mempunyai kekuasaan dalam masalah agama dan dunia bagi kaum yahudi sejak zama Prancis. Menolak segala sesuatu yang belum ada nash nyan dengan menganngap sebagi bid’ah yang dibut-buat.Mengingkari akan adanya kebangkitan manusia pada hari kimat. Tidak percaya akan adanya malaikat dan ruh. Menolak Talmut dan berpegang pada Taurat yang telah diubah.
- Essenes
Mereka seperti komunitas masyarakat yang beragama dan mirip para pendeta Kristen. Hidup dalam keadaan zuhud yang selalu beribadah dan tidak memiliki harta pribadi. Bersama-sama memenuhi kebutuhan hidup menurut keperluannya dan bekerja secara bersama-sama untuk mempertahankan hidup (Komunis)
4. Pembagian Agama Yahudi dari segi agama pada masa kontemporer
- Yahudi Qawmiyyun
Mereka yang telah putus hubungan dengan Aqidah Yahudi serta ajaran-ajarannya. Dan juga disebut dengan atheis atau liberal. Masiri menyebutkan, setengah mereka tersebar di Amerika
- Yahudi yang masih memegang prinsip-prinsip Agama Yahudi dan terbagi menjadi 3 :
o Yahudi Ortodok
Mereka adalah keturunan-keturunan rabbi yahudi yang juga merupakan ektensi bagi masyarakat yahudi yang hidup pada abad pertengahan sampai akhir abad ke-9. Meyakini Taurat bersal dari Tuhan dan beriman kepada Kitab Yaurat
o Yahudi Reformatif
Mereka menentang para rabbi yahudi.Sebuah gerakan yang dinamakan Haskalah yang menghukum segala sesuatu dengan akal dan berusaha memisahkan antara agama dan nasional.Melaksanakan ajaran agama dan menolak nasionalisme yahudi.Oleh Karen hal tersebut, mereka menolak pemulangan yahudi ke Palestina dan fikrah Al Masih yang dijanjikan. Diantara pemimpinnya adalah Moses Mondelsaon yang muncul pada akhir abad ke -18
o Yahudi Konservatif
Sebuah gerakan yang berusaha memadukan antara yahudi ortodoks dan yahudi reformatif.Gerakan yang dipimpin oleh Morias (1823-19010) dan Solomon Sechter (1830-1915) memepercayai akan wahyu samawi untuk Bani Israel juga dan turt mendukung pemulanagn kaum yahudi ke Palestina dan pendirian Negar Isarel.
5. Yahudi dalam Al Quran
Ayat-ayat yang berbicara tenntang bani Israel sangat banyak kita temukan dalam Al Quran. Ayat-ayat yang berbicara tentang Nabi Ya’qub, anak-anaknya, dan keturunannya ( Diantaranya Nabi Yusuf), begitu juga kisah Nabi Musa dengan Fir’aun, kisah Nabi Daud, Sulaiman, Yahya, Isa dan lain-lainnya yang hampir mencapai setengah Al Quran. Cerita- cerita yang berbicara menegenai mereka dalam Alquran mengandung banyak pelajaran dan hikmah-hikmah serta pelajaran-pelajaran yang berharaga yang mana bermanfaat bagi umat muslim sendiri pada Agama islam, Pendidikan, Politik, dan Akhlak yaitu dengan mengajarkan Tabiat orang yahudi dan cara bergaul dengan mereka.
Sebelum kita berbicara panjang lebar mengenai perangai orang yahudi, kita harus memperhatikan bahwa banyak buku –buku yang ditulis oleh ummat Islam sendiri menceritakan perangai yahudi seperti sekarang (Selalu berbuat kerusakan) adalah fitrah atau warisan turun temurun, tidak ada cara untuk mengubahnya. Akan tetapi pernyataan ini menyimpang dengan syariat islam dengan memperhatikan beberapa hal:
- Berdasrkan Hadits Rasulullah SAW yang berbunyi :” Setiap Bani Adam dilahirkan dalam keadaan Fitrah, ibu bapaknya lah yang menjadikan dia yahudi, Nasrani dan Majusi”. Pada dasarnya manusia ini ketika dilahirkan dalam keadaan fitrah ketauhidan, akan tetapi bapak atau ibunya lah yang mengajarkan Agama
- Islam juga mengajak orang yahudi untuk masuk Islam dan ini masih berlansung hinnga hari kiamat. Allah berkata terhadap Bani Israel: “ Sesungguhnya orang-orang mukmin, yahudi, nasrani dan shabiin (orang-orang yang mengikuti syariat nabi-nabi di zaman dahulu atau orang-orang yang menyembah bintang atau yang menyembah dewa-dewa, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, kemudian beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati ”. Banyak dari para sahabat berasak dari orang yahudi seperti : Abdullah buin Salam, Sufyah binti hayyi ibnu Khattab.
- PernyataanAllah untuk kaum yahudi tidak semestinya berlaku bagi seluruh merakatanpa mengecualikan, akan tetapi allah memberi pernyataan tersebut bagi perbuatan satu kaum yang melanggar perintah Allah. Perangai orang Yahudi berbeda dari masa ke masa. Pada zaman Nabi Musa merek mempunyai sifat pengecut dan takut akan tetapi setelah 40 tahun lahirlah generasi baru dari Bani Israel yang dipimpin Nabi oleh Yusa’ bin Nun yang memerangi kebathilan. Bukanlah Seluruh kaum yahudi sebelum islam kafir, berapa banyak dari Bani Israel yang telah Allah angkat menjadi Nabi dan wali Allah.
6. Pandangan Alquran terhadap Yahudi
- Kaum Yahudi sebelum islam terbagi menjadi 2 kelompok :
o Kelompok yang beriman kepada Allah serta mematuhi ajarannya
o Kelompok yang melakukan maksiat dan melanggar perintah Allah
- Kebanyakan Kaum yahudi pada masa dahulu, kafir dan selalu berbuat maksiat
- Allah mengecam akibat perbutan mereka yang tercela dan membuka rahsia-rahasia kaum yahudi hingga ummat Islam selalu berwaspada dalam pergaulan dengan mereka dikarenakan mereka mepunyai sifat-sifat tercela seperti :
o Selalu bermusuhan denga umat Islam
o Membunuh nabi dan rasul
o Mengubah dan memalsukan Taurat
o Meyekutukan Allah
o Menyebar fitnah dan keruskan
o Cemburu, hasud, dan tidak suka kebaikan bagi muslim
o Melanggar perjanjian
o Megolok -ngolok agama dan syariat
o Memakan riba dan harta haram
o Keras hati
o Pengecut dan cinta hidup
o Walaupu secara dhahir mereka bersatu, namup pada hakikatnya mereka bercerai-cerai
o Hina dan Rendah
- Allah selalu mengingatkan kaum muslim untuk selalu berwaspada terhadap kaum yahudi karena pemusuhan denagn mereka akan terus berlanjut.
- Allah menjelaskan akan 2 fase kecongkakan mereka di bumi ini
- Allah selalu memperingati Ummat Islam ini agar tidak terpengaruh dengan tipu daya Bani Israel dengan selalu berpegang pada Agama Allah



Tidak ada komentar:
Posting Komentar