I. Ikhlas
Ikhlas merupakan metode sangat penting dalam menjaga shalat shubuh, tanpa dengan ikhlasan seseorang tidak akan bisa melakukan shalat yang mempunyai kedudukan tinnggi ini. Shalat Shubuh pada dasarnya merupakan pemisah antara orang ikhlas dan munafiq.
Ikhlas kepada Allah dengan berusaha sekuat tenaga melakukan sesuatu yang diridhai Allah dan siap mengorbankan segala jiwa raga demi keridhan-Nya.
Ikhlas ini akan tidak akan pernah timbul kecuali jika kamu tidak mengagungkan kebesaran Allah.
Ikhlas ini akan tidak akan pernah timbul kecuali jika kamu tidak mengagungkan kebesaran Allah.
Allah berirman di dalam surat Az-Zumar :
“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, Sungguh jika engkau mempersetukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentu engkau termasuk orang yang rugi. Karena itu, hendaklah Allah saja yang engkau sembah dan hendaklah engkau termasuk orang yang bersyukur. Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat (Bumi dan segala tempat hiburan yang melalaikan dari shalat shubuh dan lainnya dari keta’atan) dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan maha tinngi Dia dari apa yang mereka persekutukan”.(Qs; Az-Zumar 65-67)
“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, Sungguh jika engkau mempersetukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentu engkau termasuk orang yang rugi. Karena itu, hendaklah Allah saja yang engkau sembah dan hendaklah engkau termasuk orang yang bersyukur. Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat (Bumi dan segala tempat hiburan yang melalaikan dari shalat shubuh dan lainnya dari keta’atan) dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan maha tinngi Dia dari apa yang mereka persekutukan”.(Qs; Az-Zumar 65-67)
Dari ayat diatas, perhatikanlah bahwa mempersekutukan Allah terjadi ketika seseorang hamba tidak mampu mengagungkan kebesaran Allah. Mengagungkan kebesaran Allah dapat dilakukan dengan tadabbbur ayat-ayat Alquran, mengamati alam pencipatannya dan meneliti makhluk-makhluk ciptaan-Nya.
Wahai Ummat Muslim! Hilang shalat shubuh adalah proses menuju sebuah penyakit dan bukan sebuah penyakit.
Adapun yang menjadi penyakit ketika anda menjadikan Allah seolah-olah hina dihadapanmu tanpa memerhatikan-Nya, Ikhlas Pada-Nya, ingkar perintah-Nya, tidak takut larangan-Nya, tidak mengikuti undang-undang-Nya dan tidak patuh atas syariat-Nya, dengan demikian, hilanglah shalat shubuhmu dan ini pertanda yang sangat berbahaya, hilangnya keikhlasan.
Perhatikan juga sisi lain yang sangat berbahaya; bukanlah seseorang yang telah menjaga shalat shubuh jamaah dalam seminngu, sebulan bahkan setahun, telah menjadi orang yang ikhlas akan tetapi anda harus selalu bersifat continues dan konsisten semenjak anda mengetahu nilai emas dari shalat shubuh hingga sampai ajal.
Perbuatan Ini butuh usaha, kegigihan, kesabaran dan latihan. Orang yang melakukan shalat shubuh sebentar; hanya rutin dalam waktu yang singkat, kemudian putus bukan termasuk orang ikhlas kepada Allah. Sangat kita sayangkan, kebanyakan dari ummat muslim yang rutin melakukan shalat berjamaah di mesjid dalam waktu yang pendek kemudian meninggalkan rutinitasnya bertahun-tahun, seandainya dia shalat benar-benar kepada Allah maka ketahuilah bahwa Allah itu hidup dan tak akan pernah mati.
Betapa banyak kejadian-kejadian yang menimpa di komunitas masyarakat muslim, contohnya :
1. Seorang da’I yang mengajak manusia kepada kebaikan, mengajarkan mereka Al-Quran dan Sunnah dan menganjurkan mereka dalam ketaatan, dikala itu rutin melaksankan shalat shubuh dikarenakan akan timbul/dihadapi masalah jika orang lain melakukan kebaikan sedangkan dia tidak. Apabila tidak bersama mereka dikarenakan perjalanan atau berada di kampung lain atau tidak lagi mengajar dikarenakan beberapa hal, putuslah rutinitas shalat shubuhnya.
Dimana letak keikhlasnnya?
Dimana letak keikhlasnnya?
2. Seorang muslim yang dipaksa keadaan pekerjaannya hingga harus bangun shubuh lebih cepat sebelum waktu shalat atau seorang pelajar yang harus bangun lebih cepat untuk bermuzakarah pelajarannya di masa ujian. Kita dapati dua keadaan ini, mereka bangun lebih cepat dan melaksanakan shalat shubut sesuai waktunya, apabila berubah jam kerja pada keadaan pertama, dia akan terlambat shalatnya atau habis masa ujian pada keadaan kedua, maka kejadian akan berbeda sebagaimana mestinya.
Dimana letak keikhlasannya?
Dimana letak keikhlasannya?
3. Seorang muslim yang sangat membutuhkan Allah dikarenakan sesuatu hal, berada di kondisi yang sangat kritis seperti anaknya sakit atau hilang pekerjaan atau telah didhalimi oleh orang lain, dikala itu rutin shalat shubuh berjamaah bahkan sangat khusyuk, berdoa kepada Allah dengan tulus ikhlas. Ketika masalahnyan terselesaikan, putus lah rutinitas shalatnya.
Dimana letak keikhlasannya?
Dimana letak keikhlasannya?
Allah S.W.T berfirman :
“Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, dan berlayar di lautan. Sehingga ketika kamu berada dalam kapal, dan meluncurlah kapal itu membawa mereka (orang-orang yang di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya ; tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru dan mengira mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. (seraya berkata), Sekiranya enakau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.
Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezaliman dibumi tanpa alasan yang benar. Wahai manusia! Sesungguhnya kezalimanmu bahayanya akan manimpa dirimu; itu hanya kenikmatan hidup duniawi, selanjutnya kepada kamilah kembalimu, kelak akan kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (Qs : Yunus :22-23)
“Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, dan berlayar di lautan. Sehingga ketika kamu berada dalam kapal, dan meluncurlah kapal itu membawa mereka (orang-orang yang di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya ; tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru dan mengira mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. (seraya berkata), Sekiranya enakau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.
Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezaliman dibumi tanpa alasan yang benar. Wahai manusia! Sesungguhnya kezalimanmu bahayanya akan manimpa dirimu; itu hanya kenikmatan hidup duniawi, selanjutnya kepada kamilah kembalimu, kelak akan kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (Qs : Yunus :22-23)
4. Seorang syekh bekerja menjadi imam di salah satu mesjid di negeri barat dengan upah per-bulan. Setiap harinya mengimami shalat dan juga memberikan pelajaran dan nasehat. Setelah masa habis kerjanya setahun, kontrak kerjanya tidak diperbaharui lagi, dengan terpaksa harus bekerja pekerjaan lain dalam satu daerah, walaupun tempat tinggalnya sangat berdekatan dengan mesjid, namun dia meninggalkan shalat shubuh berjamaah di Mesjid dan shalat-shalat lainnya.
Dia memgimami manusia dalam shalat hanya sebatas karena pekerjaan, apabila hilang pekerjaanya, maka hilanglah bersamanya shalat.
Dimana letak keikhlasannya?
Dimana letak keikhlasannya?
Ikhlas salah satu metode yang sangat penting untuk menjaga shalat shubuh bahkan diseluruh pekerjaan-pekerjaan yang terpuji. Para syaithan senantiasa akan menyesatkan hamba-hamba Allah kecuali orang-orang yang ikhas kepada-Nya.
Firman Allah tentang syaithan dalam Al-Quran :
“Iblis menjawab : Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka”.(Qs; Shad 82-83)
waspadailah menjadi korban syaithan dan persenjatai diri anda dengan ikhlas!!
“Iblis menjawab : Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka”.(Qs; Shad 82-83)
waspadailah menjadi korban syaithan dan persenjatai diri anda dengan ikhlas!!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar